Rendahnya keterampilan komunikasi konseling mahasiswa Bimbingan Konseling Islam menjadi tantangan dalam menyiapkan konselor pemula yang kompeten, khususnya pada aspek penerapan keterampilan dasar konseling secara praktis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pemahaman konseptual dengan pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Experiential Learning dalam meningkatkan keterampilan komunikasi konseling pada mahasiswa Bimbingan Konseling Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan (Action Research) model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian terdiri dari 10 mahasiswa yang dipilih berdasarkan asesmen awal. Intervensi dilakukan dalam 9 kali pertemuan yang meliputi pemberian materi, diskusi kelompok, dan praktik konseling terbimbing. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi checklist, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan komunikasi mahasiswa. Pada tahap pra-tindakan, rata-rata keterampilan mahasiswa hanya mencapai 25,02% dengan kategori “Kurang”. Setelah tindakan, skor rata-rata meningkat menjadi 82,05% dengan kategori “Sangat Baik”, atau mengalami kenaikan sebesar 57%. Sebanyak 70% mahasiswa berhasil mencapai indikator keberhasilan dengan menguasai aspek attending, empati, summarizing, bertanya, konfrontasi, dan problem solving. Metode Experiential Learning terbukti efektif dalam mengembangkan kompetensi praktis konselor pemula melalui transformasi pemahaman kognitif menjadi keterampilan perilaku nyata serta mengurangi kecemasan komunikasi selama proses konseling.
Copyrights © 2025