Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, sementara resistansi terhadap obat lini pertama seperti pirazinamida terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi dua turunan pirazinamida yang disubstitusi dengan gugus 1,2,4-triazol sebagai kandidat antituberkulosis baru melalui pendekatan in silico. Senyawa yang dirancang meliputi N-(1-(4-hidroksibenzil)-1H-1,2,4-triazol-3-il)pirazin-2-karboksamida (D) dan 6-kloro-N-(1-(4-hidroksibenzil)-1H-1,2,4-triazol-3-il)pirazin-2-karboksamida (E), yang diuji sebagai inhibitor enzim enoyl-[acyl-carrier-protein] reductase (InhA) dari Mycobacterium tuberculosis. Evaluasi dilakukan melalui analisis sifat fisikokimia, farmakokinetika, dan penambatan molekul. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua senyawa memenuhi seluruh parameter kelayakan obat (drug-likeness) utama berdasarkan aturan Lipinski, Ghose, dan Veber, dengan profil absorpsi oral yang baik serta risiko interaksi obat yang rendah. Hasil penambatan molekul memperlihatkan bahwa senyawa (E) memiliki energi bebas pengikatan (ΔG) sebesar −9,55 kcal/mol dan membentuk interaksi hidrogen serta π–π penting dengan residu tirosin (TYR) A:158, treonin (THR) A:196, dan kofaktor nikotinamida adenin dinukleotida (NAD) A:500, menyerupai ligan referensi. Sementara itu, senyawa (D) juga menunjukkan interaksi stabil dan potensi penghambatan yang kompetitif. Dengan demikian, modifikasi struktur pirazinamida melalui penambahan gugus triazol dan hidroksifenil terbukti meningkatkan potensi penghambatan terhadap enzim InhA. Senyawa (E) menonjol sebagai kandidat inhibitor kompetitif yang potensial, sedangkan senyawa (D) tetap menjanjikan sebagai analog aktif untuk pengembangan obat antituberkulosis yang lebih spesifik dan efektif.
Copyrights © 2025