Operasi steril (ovariohysterectomy dan orchiectomy) merupakan prosedur umum untuk mengontrol populasi kucing. Namun, prosedur ini dilaporkan memengaruhi metabolisme dan pola makan kucing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh operasi steril terhadap pola makan kucing dan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Pencernaan. Penelitian menggunakan desain Quasi-Experimental dengan Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 20 ekor kucing (10 kelompok kontrol/tidak disteril dan 10 kelompok eksperimen/disteril). Data pola makan (nafsu makan, frekuensi, dan jumlah konsumsi) dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan yang dikonfirmasi oleh Uji T Independen dan Uji Mann-Whitney U pada berat badan (p=0,001), takaran makan (p=0,000), dan nafsu makan (p=0,000) antara kucing steril dan tidak steril. Kucing steril memiliki rata-rata berat badan (5,22 kg vs 3,66 kg), takaran makan (97 g/hari vs 69 g/hari), dan skor nafsu makan (4,5 vs 3,1) yang lebih tinggi. Selain itu, LKPD Sistem Pencernaan berbasis PBL yang dikembangkan dinyatakan "Sangat Valid" dengan nilai validasi 92%. Disimpulkan bahwa operasi steril berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pola makan kucing dan LKPD yang dihasilkan layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran biologi.
Copyrights © 2025