Penelitian ini bertujuan menganalisis politik makna dalam pemberitaan Program Sekolah Rakyat pada media online Tribun-Timur.com dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini memadukan analisis framing model Entman dan analisis wacana kritis Fairclough untuk mengkaji bagaimana kebijakan pendidikan direpresentasikan, aktor negara ditampilkan, serta makna sosial tentang peran negara dalam pendidikan dibangun melalui teks media. Data penelitian berupa teks berita Tribun-Timur.com yang dipilih secara purposive, mencakup fase peluncuran program, tantangan implementasi, kritik publik, hingga narasi dampak kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Sekolah Rakyat merefleksikan praktik politik makna melalui konstruksi narasi dan framing kebijakan. Pada fase awal, Sekolah Rakyat cenderung dibingkai sebagai simbol kehadiran negara yang berpihak pada kelompok rentan, dengan pendidikan dimaknai sebagai instrumen keadilan sosial. Seiring waktu, muncul narasi tantangan dan kritik publik yang menghadirkan pengujian terhadap efektivitas dan keberlanjutan kebijakan. Di tengah dinamika tersebut, media juga menampilkan kembali narasi dampak dan testimoni aktor lokal sebagai bentuk penguatan legitimasi kebijakan. Penelitian ini menegaskan peran media online sebagai arena produksi dan negosiasi makna dalam diskursus kebijakan pendidikan.
Copyrights © 2025