Desentralisasi pendidikan telah menjadi paradigma dominan dalam reformasi sistem pendidikan global selama beberapa dekade terakhir. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah melalui distribusi kewenangan kepada pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Namun, di tengah upaya tersebut, muncul fenomena yang semakin mendapat perhatian akademik, yaitu krisis otoritas dalam manajemen sekolah modern. Artikel ini bertujuan menganalisis secara konseptual hubungan antara desentralisasi dan melemahnya struktur otoritas sekolah serta implikasinya terhadap kualitas pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui systematic literature review terhadap berbagai sumber akademik, termasuk jurnal internasional, buku teori manajemen pendidikan, dan laporan lembaga global. Hasil kajian menunjukkan bahwa desentralisasi dapat memperkuat partisipasi lokal dan mendorong inovasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan ambiguitas kepemimpinan, fragmentasi kebijakan, dan ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan model tata kelola hibrida yang menyeimbangkan otonomi dengan akuntabilitas serta kepemimpinan adaptif yang mampu mengelola kompleksitas organisasi pendidikan modern. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperluas diskursus tentang otoritas organisasi pendidikan sekaligus menawarkan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan.
Copyrights © 2025