Era Revolusi Industri 4.0 menuntut penguasaan keterampilan 4C melalui wadah strategis seperti Komunitas Karya Ilmiah Remaja (KKIR). Namun, fokus pada aspek saintifik sering mengabaikan pembentukan karakter, berpotensi melahirkan ilmuwan yang cerdas teknis namun lemah integritas. Diharapkan model ini menghasilkan ilmuwan muda yang unggul akademik dan berakhlak mulia, sekaligus mengisi celah integrasi sains-religiusitas dalam pendidikan. Penelitian ini mengembangkan Model Pembinaan "Scientific Mind, Islamic Heart" yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam metodologi penelitian secara tersemat (embedded). Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dan pendekatan mixed-methods. Penelitian ini melibatkan partisipasi aktif guru dan siswa melalui observasi, angket, wawancara, dan studi dokumen. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode Pelaksanaan dilakukan dalam beberapa tahap yaitu 1) persiapan dan sosialisasi, 2) pelatihan dan pendampingan, 3) Implementasi dan evaluasi serta 4) Diseminasi dan keberlanjutan. Model Pembinaan "Scientific Mind, Islamic Heart" tidak hanya berhasil menjembatani dikotomi sains dan religiusitas tetapi juga secara empiris berkontribusi pada penguatan kompetensi abad ke-21 dan pembentukan karakter ilmiah-keislaman peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan adopsi model yang dilengkapi dengan buku panduan praktis dan instrumen penilaian karakter ini untuk memperkuat pembinaan KKIR dan komunitas saintifik serupa di lingkungan pendidikan Islam.
Copyrights © 2026