Fenomena wanita tunasusila merupakan persoalan sosial yang kompleks karena melibatkan berbagai dimensi kehidupan, seperti kemerosotan moral, tekanan ekonomi, serta lingkungan sosial yang tidak kondusif. Dalam perspektif Islam, setiap individu memiliki kesempatan yang luas untuk memperbaiki diri melalui proses taubat, pembinaan akhlak, dan penguatan spiritual. Oleh sebab itu, rehabilitasi terhadap wanita tunasusila tidak hanya berorientasi pada aspek sosial, tetapi juga harus mencakup dimensi spiritual dan psikologis agar pemulihan dapat berlangsung secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rehabilitasi wanita tunasusila dalam perspektif Al-Qur’an dengan fokus pada pemulihan akhlak dan keseimbangan psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep akhlak, taubat, dan penyucian jiwa. Al-Qur’an menegaskan pentingnya taubat sebagai jalan kembali kepada Allah (QS. Az-Zumar : 53), larangan keras terhadap perbuatan zina (QS. Al-Isra 32), serta transformasi Moral dan Penggantian Dosa dengan Kebaikan (QS. Al-Furqon: 70). Melalui pendekatan Qur’ani, proses rehabilitasi wanita tunasusila diharapkan dapat memulihkan martabat dan kehormatan mereka, serta memperkuat keseimbangan psikologis dalam rangka mencapai reintegrasi sosial yang bermartabat dan berdaya guna.
Copyrights © 2026