Perkembangan teknologi digital pada dekade terakhir telah memberikan dampak signifikan terhadap praktik keberagamaan, termasuk di dalam komunitas Kristen. Di satu sisi, digitalisasi membuka peluang besar bagi peningkatan akses informasi iman dan kesaksian gereja. Namun di sisi lain, fenomena digital intelligence seperti Artificial Intelligence, Big Data, dan algoritma media sosial juga memunculkan polarisasi, intoleransi, dan ujaran kebencian yang melemahkan kohesi sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pendidikan Kristen dalam membentuk kesadaran moderasi beragama jemaat di era digital melalui refleksi Biblis Roma 12:18, dengan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dan eksegesis teks. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pendidikan Kristen yang kontekstual agar jemaat hidup damai, tangguh, dan berkontribusi pada harmoni sosial di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama merupakan ekspresi ketaatan iman yang diwujudkan lewat literasi digital beretika, penguatan kurikulum iman, pembinaan jemaat, komunikasi pastoral moderat, kolaborasi lintas iman, dan evaluasi berkelanjutan.Penelitian menemukan bahwa pendidikan Kristen yang berlandaskan refleksi Roma 12:18 dan terintegrasi dengan literasi digital beretika, berperan penting dalam membentuk karakter damai, tanggung jawab publik, dan partisipasi lintas iman. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pendidikan Kristen yang kontekstual agar jemaat hidup damai, tangguh, dan berkontribusi pada harmoni sosial di era digital. The development of digital technology over the past decade has significantly impacted religious practices, including within the Christian community. On one hand, digitalization has opened up great opportunities for improving access to faith-based information and church witness. On the other hand, phenomena of digital intelligence—such as Artificial Intelligence, Big Data, and social media algorithms—have also triggered polarization, intolerance, and hate speech that undermine social cohesion. This study aims to describe the role of Christian education in shaping congregational awareness of religious moderation in the digital era through a biblical reflection on Romans 12:18, using a qualitative method based on literature review and textual exegesis. The findings indicate that religious moderation is an expression of faithful obedience realized through ethical digital literacy, strengthening faith-based curricula, congregational formation, moderate pastoral communication, interfaith collaboration, and continuous evaluation. The research reveals that Christian education grounded in the reflection of Romans 12:18 and integrated with ethical digital literacy plays a crucial role in shaping character marked by peace, public responsibility, and interfaith engagement. These findings affirm the need for contextual Christian education strategies that enable congregations to live peacefully, remain resilient, and contribute to social harmony in the digital era.
Copyrights © 2026