Tingginya ketergantungan pada pupuk kimia, rendahnya kualitas budidaya, lemahnya pengemasan, dan terbatasnya akses pemasaran merupakan masalah mendasar yang menghambat daya saing agribisnis hortikultura di Desa Bandar Kumbul. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pendekatan terintegrasi. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, empat modul pelatihan (pembuatan pupuk organik, budidaya berstandar GAP, pengemasan, dan pemasaran digital), penerapan teknologi inovatif, serta pendampingan intensif selama delapan minggu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata nilai post-test yang jauh lebih tinggi dibanding pre-test pada semua modul. Pada tataran praktis, program ini berhasil mendorong adopsi pupuk organik, menurunkan kehilangan hasil panen, meningkatkan kualitas produk sesuai standar supermarket, serta membuka akses pasar digital yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani rata-rata sebesar 35%. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan yang mentransformasi ekosistem agribisnis dari hulu ke hilir, menciptakan keberlanjutan dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Copyrights © 2026