Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bobot bibit awal Kappaphycus alvarezii terhadap pertumbuhan, kandungan karagenan, dan komposisi metabolit primer. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari (MeiāJuli 2024) di Perairan Hansisi-Semau, Kabupaten Kupang. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan bobot bibit awal, yaitu 50 g (A), 100 g (B), dan 150 g (C), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kadar karagenan. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot bibit berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan berat mutlak (p<0,05). Pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan 150 g (115,0 g), diikuti 100 g (111,3 g), dan 50 g (93,3 g). Sebaliknya, laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh pada bobot 50 g (2,34%/hari). Kandungan karagenan tertinggi terdapat pada perlakuan 100 g (32,7%) dan terendah pada 150 g (28,6%). Analisis proksimat pada perlakuan dengan pertumbuhan terbaik menunjukkan kandungan karbohidrat 45,9%, protein 8,2%, lemak 5,7%, dan abu 39,9% (berat kering). Disimpulkan bahwa bobot bibit awal mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan karagenan K. alvarezii, dengan bobot 100 g direkomendasikan sebagai bobot optimal karena menghasilkan keseimbangan antara pertumbuhan dan kandungan karagenan.Kata kunci: bobot bibit, pertumbuhan, karagenan, proksimat, Kappaphycus alvarezii
Copyrights © 2025