Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang usaha-usaha pasangan pernikahandini dalam menggapai keharmonisan keluarga setelah usia pernikahannya melewati tahun paling kritis, yaitumemilki usia perkawinan minimal 7 tahun. Informan merupakan istri yang sedang bekerja diluar rumah danmempunyai suami yang juga bekerja diluar rumah. Sebanyak 3 informan utama terlibat dalam penelitian inimereka berusia 25-30 tahun. Adapun metode penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasinon partisipan untuk mengumpulkan data tentang keharmonisan keluarga pasangan usia dini. Selanjutnya, factorfactor pembentuk keharmonisan keluarga yang terungkap dalam penelitian ini adalah ; kerukunan, penyesuaiandiri kerja sama, saling menerima, keseimbangan, dan saling pengertian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan memiliki gambaran keharmonisan keluarga yangbervariasi berdasarkan aspek-aspek keharmonisan keluarga, tidak di peroleh gambaran dari pasangan informanpenelitian ini, tentang keharmonisan keluarga yang optimal dalam pernikahanya, namun rata-rata mereka merasacukup harmonis pada beberapa factor, pada faktor saling penyesuaian diri, semua informan utama dalampenelitian ini mengungkapkan adanya usaha yang serius, karena pernikahanya dilakukan tanpa persiapan mentalmaupun material pada diri masing-masing pasangan. Demikian pula pada factor saling menerima, mereka seringterkejut dengan perubahan perilaku pasangan, semua informasi utama dalam penelitian ini mengatakan inginmempertahankan pernikahanya dan tetap komitmen dengan janji suci pernikahanya, para informan utamamengukapkan bahwa dalam upaya memperhatakan keutuhan rumah tangganya, mereka selama berdoa danmohon petunjuk Tuhan Yang Maha Esa.Kata kunci : keharmonisan keluarga, dan pasangan pernikahan usia dini
Copyrights © 2016