Irritant Contact Dermatitis (ICD) is a skin health problem often experienced by scavengers due to continuous exposure to irritant substances without adequate protection. This condition can disrupt work activities and have long-term health impacts. This study aims to determine the risk factors for irritant contact dermatitis in scavengers in Terjun Village. The study used a descriptive method with a cross-sectional approach and was conducted in Terjun Village, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, North Sumatra, from November 2024–January 2025. The sampling technique used total sampling with a total of 58 respondents. Data analysis was performed univariately. The results showed that most respondents were aged <45 years (50%), male (58.6%), and had low education (51.7%). The majority of respondents did not comply with using personal protective equipment (PPE) (65.5%) and had poor personal hygiene (63.8%). The incidence of irritant contact dermatitis was found in 65.5% of respondents. The conclusion of this study shows that the high incidence of DKI in scavengers is related to low compliance with the use of PPE and poor personal hygiene. AbstrakDermatitis Kontak Iritan (DKI) merupakan masalah kesehatan kulit yang sering dialami pemulung akibat paparan zat iritan secara terus-menerus tanpa perlindungan yang memadai. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas kerja dan berdampak pada kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis kontak iritan pada pemulung di Desa Terjun. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di Desa Terjun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada November 2024–Januari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 58 orang. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia <45 tahun (50%), berjenis kelamin laki-laki (58,6%), dan berpendidikan rendah (51,7%). Mayoritas responden tidak patuh menggunakan alat pelindung diri (65,5%) dan memiliki personal hygiene yang buruk (63,8%). Kejadian dermatitis kontak iritan ditemukan pada 65,5% responden. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya kejadian DKI pada pemulung berkaitan dengan rendahnya kepatuhan penggunaan APD dan buruknya personal hygiene.
Copyrights © 2026