Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dan mengapa generasi urban millennials beralih ke perilaku konsumsi yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan tumbler sebagai bagian dari praktik konsumsi berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 15 informan dari berbagai latar belakang profesi di Jakarta, Surabaya dan Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik yang berlandaskan kerangka teori Theory of Planned Behavior (TPB), Value-Belief-Norm (VBN), dan Attitude–Behavior–Context (ABC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan tumbler dipengaruhi oleh enam dimensi utama: (1) kesadaran lingkungan sebagai nilai moral, (2) tumbler sebagai simbol identitas sosial urban, (3) pengaruh sosial dan komunitas, (4) peran media sosial dalam normalisasi perilaku hijau, (5) hambatan praktis dan strategi adaptasi, serta (6) dukungan struktural dan ekonomi lokal. Temuan ini memperlihatkan bahwa perilaku konsumsi berkelanjutan tidak hanya berakar pada niat individual, tetapi juga pada konstruksi sosial dan simbolik yang membentuk gaya hidup generasi millennial di perkotaan. Penelitian ini menegaskan bahwa perubahan perilaku ekologis merupakan hasil interaksi antara nilai moral, norma sosial, dan dukungan institusional, serta merefleksikan pergeseran budaya menuju masyarakat urban yang lebih sadar lingkungan.
Copyrights © 2026