Kemampuan berpikir kritis menjadi kompetensi esensial yang harus dikembangkan sejak jenjang pendidikan dasar. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan berpusat pada guru, sehingga kurang memberi ruang bagi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah kontekstual. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Problem Based Learning berbasis pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV sekolah dasar pada muatan IPA dan Bahasa Indonesia. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan peserta didik kelas IV di SD Negeri Gugus 2 Kampung Baru. Pembelajaran dilaksanakan pada Tema Kayanya Negeriku, Subtema Kekayaan Sumber Energi di Indonesia. Kelompok eksperimen memperoleh perlakuan pembelajaran menggunakan model PBL berbasis pendekatan saintifik, sedangkan kelompok pembanding mengikuti pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis disusun berdasarkan indikator berpikir kritis meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis pendekatan saintifik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Peserta didik pada kelas PBL menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi pada seluruh indikator berpikir kritis, khususnya dalam kemampuan menganalisis permasalahan kontekstual dan mengevaluasi solusi berdasarkan bukti.
Copyrights © 2025