ABSTRAK Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh dukungan ayah, salah satunya melalui pijat oksitosin yang membantu memperlancar produksi ASI. Namun, pengetahuan ayah mengenai peran tersebut masih rendah, termasuk di Desa Mekar Agung yang belum pernah mendapatkan edukasi khusus terkait Ayah ASI dan pijat oksitosin. Kurangnya keterlibatan ayah dapat menghambat keberhasilan menyusui dan berpotensi meningkatkan risiko stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas ayah yang memiliki istri hamil dan baduta melalui edukasi “Ayah ASI dan Pijat Oksitosin”, sehingga mereka mampu memberikan dukungan optimal dalam proses menyusui. Secara khusus, kegiatan menargetkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ayah mengenai ASI eksklusif serta kemampuan melakukan pijat oksitosin. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung mengenai peran ayah dalam keberhasilan ASI eksklusif, konsep dasar ASI, dan teknik pijat oksitosin. Peserta mempraktikkan pijat oksitosin dengan supervisi fasilitator. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Terdapat peningkatan pada seluruh komponen yang diukur. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 70 menjadi 79, sedangkan skor sikap meningkat dari 41 menjadi 44. Pada aspek perilaku, peserta menunjukkan dukungan nyata terhadap ibu menyusui setelah kegiatan, serta mampu mempraktikkan teknik pijat oksitosin sesuai standar. Edukasi “Ayah ASI dan Pijat Oksitosin” efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ayah dalam mendukung ibu menyusui di Desa Mekar Agung. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif dan mendukung upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: ASI, Ayah, Pijat Oksitosin, Stunting ABSTRACT The success of exclusive breastfeeding is strongly influenced by fathers’ support, one of which is through oxytocin massage that helps stimulate breast milk production. However, fathers’ knowledge regarding this role remains low, including in Mekar Agung Village, which has never received specific education on “Breastfeeding Fathers” and oxytocin massage. Limited paternal involvement can hinder breastfeeding success and potentially increase the risk of stunting. This community service program aimed to enhance the capacity of fathers with pregnant wives and children under two years old through the “Breastfeeding Father and Oxytocin Massage” education. Specifically, the program sought to improve fathers’ knowledge, attitudes, and skills related to exclusive breastfeeding, as well as their ability to perform oxytocin massage. Activities were conducted through lectures, discussions, and direct demonstrations on fathers’ roles in exclusive breastfeeding, basic concepts of breast milk, and oxytocin massage techniques. Participants practiced the massage technique under facilitator supervision. Evaluation was carried out using pre- and post-tests to assess changes in knowledge, attitudes, and behaviors. Improvements were observed across all measured components. The mean knowledge score increased from 70 to 79, while the attitude score increased from 41 to 44. In terms of behavior, participants demonstrated concrete support for breastfeeding mothers and were able to perform oxytocin massage according to standards. The “Breastfeeding Father and Oxytocin Massage” education effectively enhanced fathers’ knowledge, attitudes, and skills in supporting breastfeeding mothers in Mekar Agung Village. This program has the potential to increase exclusive breastfeeding success and contribute to stunting prevention efforts. Keywords: Breastfeeding, Fathers, Oxytocin Massage, Stunting.
Copyrights © 2026