Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Pakleg (Bapak Melek Gizi) sebagai Upaya dalam Mencegah Stunting di Desa Mekar Agung Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Rasyidah, Nur; Nuraineu, Yaneu; Halimatussa'adiah, Melly
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17632

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang menyebabkan postur tubuh tidak maksimal dan kemampuan kognitif berkurang. Salah satu faktor multidimensi penyebab stunting yaitu pengasuhan yang tidak baik yaitu aspek perilaku pola asuh dalam praktik pemberian makan bagi bayi dan  balita. Penyiapan nutrisi bayi-balita dapat dilakukan dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sesuai rekomendasi gizi. Pelatihan pola asuh yang baik mengenai nutrisi pada anak serta pengetahuan  tentang  nutrisi  ibu  hamil  penting  dilakukan dengan  melibatkan  ayah. Peran ayah sebagai pencari nafkah berhubungan dengan status gizi balita. Adapun permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan upaya pencegahan stunting adalah keberadaan kader melakukan edukasi kepada para ayah tentang gizi dalam mencegah stunting baik pada anak 6-24 bulan maupun isteri yang sedang hamil belum ada. Keterampilan dan kemampuan kader dalam membuat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bagi ayah belum pernah dilakukan.  Meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pelatihan kader yang melibatkan Ka.RW/RT Desa Mekar Agung Kec. Cibadak Kab. Lebak untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang peran ayah dalam pemenuhan gizi anak usia 6-24 bulan dan isteri yang sedang hamil untuk mencegah terjadinya stunting. Sasaran kegiatan pengabmas ini adalah seluruh Ka.RW/RT Desa Mekar Agung Kec. Cibadak Kab. Lebak berjumlah 18 orang. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini meliputi; edukasi tentang peran ayah dalam pengasuhan, gizi pada ibu hamil dan anak 6-24 bulan, demonstrasi pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Sebelum Ka.RW/RT diberikan pelatihan, 8 dari 18 orang (44%) menunjukkan pengetahuan cukup dan 3 dari 18 orang (17%) berpengetahuan kurang. Namun, setelah diberikan pelatihan 10 dari 18 orang (56%) berpengetahuan cukup dan 1 dari 18 orang (6%) berpengetahuan kurang. Kegiatan pelatihan kader PAKLEG yang diikuti oleh Ka.RW/RT dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka tentang peran ayah dalam pengasuhan dalam keluarga khususnya dalam pemenuhan gizi pada anak 6-24 bulan maupun isteri yang sedang hamil untuk mencegah terjadinya stunting. Kader perlu mensosialisasikan hasil pelatihan kepada masyarakat agar lebih banyak orang memahami peran ayah dalam pengasuhan, yang dapat membantu menurunkan angka stunting. Kata Kunci: Gizi, Kader, PAKLEG, Stunting.  ABSTRACT Stunting is a condition of chronic malnutrition that results in suboptimal body posture and decreased cognitive abilities. One of the multidimensional factors causing stunting is inadequate parenting, particularly in feeding practices for infants and toddlers. Nutritional preparation for infants and toddlers can be done by providing Complementary Foods for Breastfeeding (MP-ASI) and Additional Food (PMT) by dietary recommendations. Training in good parenting related to child nutrition and knowledge about maternal nutrition during pregnancy is essential and should involve fathers. The father's role as the breadwinner is associated with the nutritional status of toddlers. However, the issue faced in preventing stunting is the lack of educational efforts by cadres to inform fathers about nutrition for preventing stunting in children aged 6-24 months and their pregnant wives. The skills and capabilities of cadres in making Complementary Foods for Breastfeeding (MP-ASI) for fathers have not been implemented. To enhance community independence through training for cadres involving heads of neighborhood units (Ka. RW/RT) in Mekar Agung Village, Cibadak District, Lebak Regency, to improve their knowledge and skills regarding the father's role in fulfilling the nutritional needs of children aged 6-24 months and pregnant wives to prevent stunting. The target of this community service activity is all heads of neighborhood units (Ka. RW/RT) in Mekar Agung Village, totaling 18 individuals. This community service activity includes education on the father's role in parenting, nutrition for pregnant women and children aged 6-24 months, and demonstrations on preparing Complementary Foods for Breastfeeding (MP-ASI). Before the training, 8 out of 18 individuals (44%) had sufficient knowledge, while 3 out of 18 (17%) had insufficient knowledge. However, after the training, 10 out of 18 (56%) had sufficient knowledge, and only 1 out of 18 (6%) had insufficient knowledge. The cadre training for PAKLEG attended by heads of neighborhood units (Ka. RW/RT) can enhance their knowledge and skills regarding the father's role in family parenting, particularly in fulfilling the nutritional needs of children aged 6-24 months and pregnant wives to prevent stunting. PAKLEG cadres should socialize the training results to the community so that more people understood the role of fathers in parenting who can help reduce the stunting rate.   Keywords: Nutrition, Cadre, PAKLEG, Stunting.
PENGETAHUAN KADER DALAM PEMANTAUAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI DESA TAMBAKBAYA Nuraineu, Yaneu; Rokayah, Yayah; Sutomo, Omo
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.648

Abstract

Kader adalah salah satu bagian dari Masyarakat yang dapat memberdayakan masyarakat untuk menurunkan Angka Kematian Ibu, dengan mengetahui secara dini tanda bahaya kehamilan, agar tidak terjadi komplikasi baik kepada ibu maupun bayi yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan kader dalam mematau tanda bahaya kehamilan. Metode penelitian ini adalah metode pendekatan cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan subjek penelitian yaitu keseluruhan kader Desa Tambakbaya, berjumlah 45 responden. Analisis yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian diperoleh hampir seluruh (84,4% dan 93,3%) kader memiliki pengetahuan baik dan memiliki kemampuan baik dalam memantau tanda bahaya kehamilan. Secara bivariat diperoleh nilai p = 0.059 (p> α), tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan kader tentang tanda bahaya kehamilan dengan kemampuannya dalam memantau tanda bahaya kehamilan . Diharapkan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas secara berjenjang sampai ke desa, membentuk tim pemantau KIA, membuat petunjuk pelaksanaan dan teknis pemantauan, memberikan pelatihan, mengoptimalkan program/kegiatan, melakukan pembinaan teknis dan monev yang terjadwal dan berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan umpan balik, serta melibatkan kader dalam evaluasi kegiatan.
Maternal Death Surveillance and Response (MDSR) Sebagai Upaya Penuruan Angka Kematian Ibu : A Literature Review Nuraineu, Yaneu
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.858 KB) | DOI: 10.36743/jmhr.v1i1.412

Abstract

Masih tingginya angka kematian ibu, terutama di negara – negara berpenghasilan rendah, merupakan masalah yang kompleks. Penelitian berupa sistematika review terhadap 8 penelitian diberbagai negara, dari tahun 2009 – 2016, data diidentifikasi, diklasifikasi dan diekstraksi. Penelitian bertujuan mengetahui upaya-upaya yang dilakukan dalam menurunkan angka kematian ibu dengan empat langkah Maternal Death Surveillance and Response (MDSR). Berbeda dengan penelitian terdahulu, sebagian besar penelitian melakukan upaya intervensi terhadap penurunan angka kematian ibu, penurunan terjadi belum sesuai harapan. Menggunakan beberapa langkah MDSR menunjukkan penurunan angka kematian ibu yang signifikan. (OR 0,85, 95% CI 0,73 – 0,98, p=0,0299). Perlu dilakukan penerapan Maternal Death Surveillance and Response (MDSR) untuk menurunkan angka kematian ibu pada penelitian selanjutnya.
Hubungan Sikap dan Motivasi Bidan Desa dengan Kualitas Pelayanan Antenatal Care (ANC) Di Kabupaten Lebak Tahun 2017 Nuraineu, Yaneu; Herdayati, Milla; Kuswandi, Kadar
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.796 KB) | DOI: 10.36743/jmhr.v1i1.413

Abstract

Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas adalah pelayanan yang sesuai dengan standar, dalam penerapannya terdiri dari 10T. Tenaga kesehatan yang paling berperan memberikan pelayanan kesehatan pada ibu hamil adalah bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi bidan desa terhadap kualitas pelayanan ANC di Kabupaten Lebak, penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan rancangan “cross sectional ” dengan jumlah sampel 164 bidan di desa. Terdapat 123 (75,0%) responden memiliki sikap baik terhadap kualitas pelayanan ANC K4 dengan nilai p=0,002 (p< 0,05) dan OR=11,02 berarti ada hubungan yang kuat, sikap dengan kualitas pelayanan ANC K4, lebih dari separoh responden memiliki motivasi yang kurang terhadap kualitas pelayanan ANC yaitu 108 (65,9%) responden, diperoleh nilai ρ=0,012 dan OR=2,55 berarti ada hubungan motivasi dengan kualitas pelayanan ANC K4. Diharapkan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas mengoptimalkan program/kegiatan yang ada, melakukan pembinaan teknis dan monev yang terjadwal dan berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan feedback