ABSTRAK Keterbatasan keterampilan produktif dan akses ekonomi masih menjadi permasalahan utama pada masyarakat marginal perkotaan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendekatan sociopreneur berbasis pemanfaatan kain perca. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 30 November 2025 di Tepi Jalan Najmi Adhani, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan melibatkan 12 orang peserta. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan soft skill kewirausahaan dan pelatihan hard skill berupa pembuatan kerajinan dari kain perca yang bernilai ekonomis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 12 peserta (100%) mampu mengikuti pelatihan dengan baik dan berhasil menghasilkan produk kerajinan sederhana dari kain perca. Karakteristik peserta terdiri dari 8 orang perempuan (66,67%) dan 4 orang laki-laki (33,33%). Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi peserta dalam memanfaatkan limbah kain perca sebagai peluang usaha mikro. Program sociopreneur ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat perkotaan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Sociopreneur, Kain Perca, Kemandirian Ekonomi. ABSTRACT Limited productive skills and economic access remain major problems in marginalized urban communities. This community service program aims to increase the economic independence of the community through a sociopreneur approach based on the utilization of scrap fabric. The activity was held on Sunday, November 30, 2025 at the edge of Najmi Adhani Street, Banjarbaru City, South Kalimantan, involving 12 participants. The implementation method included soft skills training in entrepreneurship and hard skills training in the form of making crafts from scrap fabric that have economic value. The results of the activity showed that 12 participants (100%) were able to follow the training well and successfully produced simple craft products from scrap fabric. The characteristics of the participants consisted of 8 women (66.67%) and 4 men (33.33%). This activity increased the knowledge, skills, and motivation of participants in utilizing scrap fabric waste as a micro-business opportunity. This sociopreneur program has the potential to become a sustainable community empowerment model in increasing the economic independence of urban communities. Keywords: Community Empowerment, Economic Independence, Fabric Scraps, Patchwork, Sociopreneur.
Copyrights © 2026