Perpustakaan desa di Desa Cangkring tidak lagi berfungsi, sehingga akses siswa sekolah dasar terhadap bahan bacaan terbatas. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kebiasaan membaca dan keterampilan literasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program KKN Tematik Literasi dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa sekolah dasar di Desa Cangkring serta menelaah dampaknya pada aspek sosial, budaya, dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman, sementara validitas dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKN yang meliputi pendataan dan pengelolaan koleksi, pembukaan perpustakaan sementara di posko, layanan baca, kegiatan literasi di sekolah dasar (Bacakan Saya Buku, membaca nyaring, cerdas mengulas buku, proyek buku berbasis bacaan, dan menulis cerita), kunjungan literasi, serta apresiasi tingkat desa, mampu meningkatkan kelancaran membaca, pemahaman isi bacaan, dan motivasi siswa. Selain itu, keterlibatan guru, dukungan masyarakat, dan apresiasi literasi desa memperlihatkan tumbuhnya ekosistem literasi berbasis komunitasDengan demikian, implementasi KKN Tematik Literasi terbukti tidak hanya membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi katalis dalam membangun budaya literasi di Desa Cangkring.
Copyrights © 2026