Perkembangan kecerdasan buatan dalam era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi pendidikan agama Islam yang selama ini bertumpu pada nilai, adab, dan keteladanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi Pendidikan Agama Islam di era kecerdasan buatan dengan menelaah peluang, hambatan, dan strategi inovasi pembelajaran di Madrasah Aliyah Mathalibul Huda Mlonggo Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik sebagai subjek penelitian, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi Pendidikan Agama Islam berlangsung secara bertahap dan selektif; peluang kecerdasan buatan terlihat pada personalisasi pembelajaran, efisiensi evaluasi, dan perluasan akses sumber belajar, sementara hambatan utama meliputi keterbatasan literasi digital guru, sarana prasarana, serta kekhawatiran terhadap degradasi nilai dan relasi humanis dalam pembelajaran. Strategi inovasi yang diterapkan mencakup penguatan kapasitas guru, pengembangan model pembelajaran hybrid, dan integrasi teknologi secara kontekstual tanpa menggeser nilai keislaman. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan dan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang adaptif, humanis, dan berlandaskan etika dalam merespons perkembangan kecerdasan buatan.
Copyrights © 2026