Pelayanan fisioterapi yang bermutu menuntut penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) secara konsisten dan dipahami oleh pasien sebagai pengguna layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pasien terhadap implementasi SPO alur pelayanan fisioterapi di RSUD BLU Timika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 12 pasien fisioterapi rawat jalan yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan kerangka SERVQUAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki persepsi positif terhadap kompetensi dan sikap fisioterapis, namun masih terdapat persepsi kurang positif terkait kejelasan alur pelayanan dan fasilitas pendukung, khususnya media informasi dan ruang tunggu. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara implementasi SPO secara struktural dan pengalaman pelayanan yang dirasakan pasien. Oleh karena itu, peningkatan sosialisasi SPO dan perbaikan fasilitas pendukung diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan fisioterapi.
Copyrights © 2026