Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan fenomena sosial yang berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis remaja, termasuk kemampuan siswa dalam mengungkapkan diri (self-disclosure). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self-disclosure pada siswa korban KDRT di SMA Negeri 2 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Responden berjumlah 155 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 2 Bukittinggi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner self-disclosure diukur dengan skala likert berdasarkan teori DeVito (2011), meliputi lima aspek yaitu amount, valence, accuracy/honesty, intention, dan intimacy. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-disclosure siswa korban KDRT secara umum berada pada kategori sedang (44,5%), dan seluruh aspek self-disclosure juga berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki keterbukaan diri yang bersifat selektif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan layanan bimbingan dan konseling untuk menciptakan rasa aman dan meningkatkan keterbukaan diri siswa secara adaptif.
Copyrights © 2025