Tanggung jawab produsen pangan dalam menjamin mutu produk hingga ke tangan konsumen antara lain tercermin melalui penetapan dan pencantuman umur simpan pada kemasan, yang menjadi acuan utama konsumen dalam mengonsumsi produk, terutama pangan beku. Penelitian ini bertujuan menduga umur simpan bakso “BANGKA ONE SUKE” dan batagor “J-FOOD” sebagai produk frozen food dengan menerapkan metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) berdasarkan model Arrhenius, serta menguji kesesuaian hasil pendugaan dengan informasi pada label kemasan. Penyimpanan dilakukan pada variasi suhu untuk bakso (25°C, 5°C, dan −25°C) dan batagor (25°C, −5°C, dan −18°C), dengan suhu 30°C digunakan sebagai perlakuan akselerasi. Data perubahan mutu organoleptik dianalisis untuk mendapatkan laju penurunan mutu (K) yang selanjutnya dikaji melalui hubungan antara ln K dan 1/T. Hasil menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap laju kerusakan produk, dan model Arrhenius dapat digunakan untuk menduga umur simpan dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Terdapat perbedaan antara hasil pendugaan model dengan informasi label, yang dapat disebabkan oleh keterbatasan asumsi model dan faktor lingkungan penyimpanan lainnya.
Copyrights © 2026