Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Senyawa Volatil Daging Celeng (Sus scrofa vittatus) dengan Berbagai Pengolahan Menggunakan Metode SPME-GC/MS Amalia, Lia; Novidahlia, Noli; Kusumaningrum, Intan; Mulya, Sahnur; Mardiah; Jumiono, Aji; Eliska, Arshyla; Ramadhan, Muhamad Fauzi; Lidiyani, Nurfitri
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v11i1.18382

Abstract

Food adulteration involving the mixing of non-halal meat into halal products is a sensitive issue in Indonesia. Wild boar meat (Sus scrofa vittatus) is often found to be used in such practices, making it essential to identify its volatile compound profile. This study aims to identify volatile compounds in wild boar meat processed through boiling, frying, and roasting, using Solid-Phase Microextraction (SPME) combined with Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). The research was conducted qualitatively with three treatments and five replications for each cooking method. The analysis showed that boiled wild boar meat contained 156 volatile compounds, fried meat 142 compounds, and roasted meat 163 compounds, with total intensities of 779, 691, and 819, respectively. Principal Component Analysis (PCA) yielded an R²X value of 0.842 and a cumulative Q² of 0.747, indicating clear separation between samples. The main contributing volatile compounds were 2-Octenal (E)-, Longifolene, and Cyclopropyl carbinol.
Pendugaan Umur Simpan Frozen Food: Integrasi Metode ASLT-Arrhenius, Variasi Suhu, dan Analisis Label Mulya, Sahnur; Fanani, Muhammad Zainal
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22816

Abstract

Tanggung jawab produsen pangan dalam menjamin mutu produk hingga ke tangan konsumen antara lain tercermin melalui penetapan dan pencantuman umur simpan pada kemasan, yang menjadi acuan utama konsumen dalam mengonsumsi produk, terutama pangan beku. Penelitian ini bertujuan menduga umur simpan bakso “BANGKA ONE SUKE” dan batagor “J-FOOD” sebagai produk frozen food dengan menerapkan metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) berdasarkan model Arrhenius, serta menguji kesesuaian hasil pendugaan dengan informasi pada label kemasan. Penyimpanan dilakukan pada variasi suhu untuk bakso (25°C, 5°C, dan −25°C) dan batagor (25°C, −5°C, dan −18°C), dengan suhu 30°C digunakan sebagai perlakuan akselerasi. Data perubahan mutu organoleptik dianalisis untuk mendapatkan laju penurunan mutu (K) yang selanjutnya dikaji melalui hubungan antara ln K dan 1/T. Hasil menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap laju kerusakan produk, dan model Arrhenius dapat digunakan untuk menduga umur simpan dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Terdapat perbedaan antara hasil pendugaan model dengan informasi label, yang dapat disebabkan oleh keterbatasan asumsi model dan faktor lingkungan penyimpanan lainnya.