Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Kopi Sagaleh Bintaro yang mampu bertahan dan memiliki diferensiasi konsep di tengah persaingan industri kedai kopi yang semakin kompetitif, namun belum mencapai target penjualan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan, mengidentifikasi hambatan implementasinya, serta merumuskan strategi yang tepat berdasarkan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan yang terdiri atas lima pihak internal dan empat pelanggan, observasi partisipatif, dokumentasi, serta Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan menggunakan bauran pemasaran (4P) dan analisis SWOT yang didukung oleh matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan posisi strategis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran Kopi Sagaleh bertumpu pada kualitas dan konsistensi produk, persepsi harga yang sepadan, serta suasana kedai yang mendukung aktivitas Work from Cafe (WFC). Pemetaan SWOT menempatkan perusahaan pada Kuadran I (Strengths–Opportunities) dengan posisi growth strategy, yang menunjukkan dominasi kekuatan internal dalam memanfaatkan peluang pasar. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi konsep syariah compliance dalam kerangka marketing mix serta analisis strategi coffee shop berbasis komunitas WFC melalui pendekatan SWOT secara kualitatif. Temuan ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan strategi pemasaran UMKM berbasis nilai dan implikasi praktis bagi peningkatan kinerja penjualan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026