Status gizi adalah salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kesehatan, pertumbuhan, dan tumbuh kembang santri, khususnya di lingkungan pesantren yang memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan nutrisi. Pemeriksaan kadar total protein darah menjadi indikator yang efektif guna menilai status gizi karena protein berperan vital dalam fungsi tubuh dan sistem imun. Oleh karena itu, evaluasi hubungan antara kadar total protein darah dan status gizi sangat diperlukan untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan santri. Kegiatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) bertujuan guna mengetahui hubungan antara pemeriksaan kadar protein total darah dengan status gizi santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan kadar total protein darah menggunakan metode Biuret dengan Fotometer di laboratorium kimia klinik, serta pengisian kuesioner terkait data demografis dan status gizi. Data selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan SPSS dengan Uji Deskriptif. Hasil pemeriksaan protein total pada 37 santri pondok pesantren tarbiyatul banin yang berumur 15-17 tahun didapatkan hasil 1 orang (2,7%) dengan kadar protein rendah, 15 orang (40,5%) dengan kadar protein total normal, dan 21 orang (56,8%) dengan kadar protein total tinggi. Kegiatan PKMD di Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin, Sumber, Cirebon dilaksanakan dari tanggal 21 – 30 Agustus 2025. Kesimpulan kegiatan menunjukan pentingnya upaya untuk deteksi dini guna mencegah kekurangan gizi dan mendeteksi penyakit faal hati. Data yang diperoleh akan menjadi dasar pemerintah, pihak pondok pesantren, dan pisah terkait untuk Menyusun progam intervensi gizi yang lebih baik lagi, seperti pola makan yang teratur, pemberian suplemen jika perlu, dan pemantauan pertumbuhan santri secara berkala.
Copyrights © 2026