Produktivitas tenaga keperawatan merupakan faktor penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan, kepuasan kerja, dan pemberian insentif terhadap kinerja perawat serta dampaknya terhadap produktivitas kerja di Rumah Sakit Medina Garut Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif.. Penelitian bersifat analitik observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 146 perawat sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Variabel pelatihan (X1), kepuasan kerja (X2), insentif (X3), kinerja (Y), dan produktivitas (Z) diukur melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan path analysis berbasis Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, kepuasan kerja, dan insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dengan nilai t hitung masing-masing 8,247; 9,678; dan 9,715 (p-value 0,000). Secara simultan, ketiga variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja (F hitung 313,990 > 2,668). Kontribusi terbesar berasal dari kepuasan kerja (45,4%), diikuti insentif (26,8%) dan pelatihan (14,6%). Selanjutnya, kinerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas dengan t hitung 11,565 dan kontribusi 65,3%. Analisis mediasi juga menunjukkan bahwa pelatihan, kepuasan, dan insentif memengaruhi produktivitas melalui kinerja (F hitung 66,043 > 2,436). Triangulasi data dilakukan untuk memperkuat validitas temuan. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi perumusan kebijakan pengembangan produktivitas yang efektif dan berkelanjutan di RS Medina Garut.
Copyrights © 2026