Penelitian ini mengkaji faktor budidaya yang memengaruhi produktivitas cabai merah pada usahatani petani di Kota Padangsidimpuan, mengingat capaian hasil di tingkat petani masih bervariasi antar wilayah. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pemupukan, pengendalian OPT/PHT, irigasi/pengairan, dan luas lahan terhadap produktivitas cabai merah. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Juli 2025 menggunakan metode survei terhadap 30 petani (purposive sampling) yang tersebar pada enam kecamatan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan regresi linear berganda. Produktivitas rata-rata Kota Padangsidimpuan sebesar 9,0 ton/ha dengan rentang 5,5–13,0 ton/ha; produktivitas tertinggi terdapat di Angkola Julu (11,0 ton/ha) dan terendah di Tenggara (7,5 ton/ha). Hasil regresi menunjukkan model signifikan (F=119,122; p0,001) dengan kemampuan jelaskan variasi produktivitas yang sangat kuat (R²=0,969; Adj R²=0,961). Secara parsial, pemupukan (B=0,487; p=0,001), pengendalian OPT/PHT (B=0,379; p=0,001), irigasi (B=0,505; p=0,001), dan luas lahan (B=9,973; p=0,001) berpengaruh positif terhadap produktivitas. Kesimpulan menunjukkan peningkatan produktivitas cabai merah dapat dicapai melalui perbaikan ketepatan pemupukan, efektivitas pengendalian OPT/PHT, keteraturan pengairan, serta pengelolaan usahatani yang ditopang kapasitas lahan.
Copyrights © 2026