Fenomena bunuh diri yang berulang di Jembatan Teluk Kendari menunjukkan adanya krisis psikologis dan rapuhnya ketahanan keluarga yang membutuhkan pendekatan multidisipliner untuk dipahami dan ditangani. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena bunuh diri dari perspektif psikologi dan edukasi hadist, guna menawarkan solusi preventif dan kuratif yang berorientasi pada kesehatan mental dan spiritualitas Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus deskriptif, melalui analisis berita, artikel ilmiah, kitab, dan literatur psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunuh diri dipengaruhi oleh faktor tekanan psikologis, kurangnya dukungan sosial, impulsivitas, dan lemahnya pemaknaan religius. Dari perspektif psikologi, intervensi yang relevan meliputi cognitive behavioral therapy (CBT), penguatan berbasis keluarga, psikoedukasi, serta pemanfaatan media digital untuk penyebaran informasi positif. Sementara itu, edukasi hadist berkontribusi dalam membentuk kesadaran kritis, bukan sekadar larangan tekstual, tetapi sebagai penanaman nilai kasih sayang, iman, dan harapan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pendidikan Islam, dengan menegaskan pentingnya integrasi psikologi dan studi hadist dalam membangun ketahanan keluarga, memperkuat pendidikan karakter, serta menciptakan pendekatan pembelajaran yang reflektif terhadap isu kesehatan mental.
Copyrights © 2025