Permasalahan yang menjadi fokus pelatihan ini adalah keterbatasan literasi keuangan di kalangan guru, khususnya dalam memahami tantangan pengelolaan keuangan keluarga dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada ketahanan ekonomi rumah tangga, tetapi juga berpotensi memengaruhi profesionalisme guru sebagai pendidik, terutama terkait kesejahteraan, fokus kerja, dan peran keteladanan dalam literasi finansial. Pelatihan dilaksanakan pada Agustus 2025 di SMPN 1 Bojonggambir dan diikuti oleh 28 guru dengan latar belakang yang beragam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Siliwangi dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), pemaparan materi, diskusi kelompok, dan praktik interaktif, serta mengintegrasikan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dan pemanfaatan aplikasi pencatatan keuangan sederhana. Hasil evaluasi melalui observasi dan kuesioner menunjukkan bahwa setelah pelatihan, guru memahami tantangan literasi keuangan keluarga dan mampu melakukan pencatatan pemasukan serta pengeluaran harian menggunakan aplikasi. Lebih dari 85% peserta memberikan respons positif, disertai indikasi perubahan praktik pengelolaan keuangan yang lebih terencana dan inklusif.
Copyrights © 2026