Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perencanaan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dan filosofi "Kurikulum Cinta", mengidentifikasi tantangan guru dalam mewujudkan pembelajaran mendalam (Deep Learning), serta mengeksplorasi tingkat kesiapan guru dalam mengadopsi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di MTs Al-Hikmatul Bahri Ternate. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui telaah dokumen Modul Ajar, observasi kelas, dan wawancara mendalam terhadap kepala madrasah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara administratif, Modul Ajar yang disusun guru telah memenuhi standar formal Kurikulum Merdeka, namun secara substantif, internalisasi "Kurikulum Cinta" dan strategi pembelajaran berdiferensiasi masih berada pada level filosofis dan belum operasional dalam langkah-langkah pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi guru adalah beban administrasi manual yang represif dan keterbatasan infrastruktur internet di daerah kepulauan. Meskipun demikian, terdapat optimisme dan kesiapan mental yang tinggi di kalangan guru untuk mengadopsi AI guna efisiensi administratif. Penelitian menyimpulkan bahwa teknologi AI berpotensi menjadi katalisator inovasi jika didukung oleh peningkatan literasi digital teknis (prompt engineering) dan kebijakan sekolah yang memprioritaskan pengurangan beban kerja non-pedagogis guru demi penguatan interaksi emosional siswa.
Copyrights © 2026