Pengembangan digital sektor publik mendorong penggunaan e-Government untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas administrasi pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan sistem E-Inventory meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan barang habis pakai di DPMPTSP Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan kerangka teori e-Government, lapisan e-Government, dan model Hiller, serta teori manajemen perkantoran, manajemen aset, dan governansi digital. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif dan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem E-Inventory telah meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan barang habis pakai dengan menyediakan informasi yang akurat, pencatatan digital, dan pengendalian stok yang lebih tertib. Namun, integrasi sistem E-Inventory dan komunikasi digital dua arah belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan sistem E-Inventory tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis sistem, tetapi juga oleh integrasi organisasi, regulasi, dan budaya khusus yang terlibat dalam pengelolaan persediaan barang habis pakai.
Copyrights © 2026