ABSTRAK Penelitian ini mengkaji upaya guru Fiqih dalam memperkuat akhlakul karimah siswa, khususnya pada aspek etika berbahasa, melalui pembelajaran berbasis kitab klasik Sulam Taufiq di MA Hasyimiyah Sukolilo Bancar Tuban. Latar belakang penelitian berangkat dari temuan bahwa sebagian siswa masih melakukan ghibah, namimah, dusta, serta ucapan tidak santun, meskipun materi tersebut telah diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Fiqih dan siswa kelas X-A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kitab Sulam Taufiq, terutama pada bab Ma’asi al-Lisan, mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang dosa-dosa lisan serta dampaknya bagi kehidupan sosial. Selain itu, pembelajaran ini mendorong perubahan perilaku positif berupa meningkatnya kesopanan bertutur, kehati-hatian dalam berbicara, dan kesadaran moral dalam berinteraksi. Guru berperan penting sebagai pendidik dan teladan melalui metode assisted learning, penjelasan kontekstual, dan pembiasaan akhlak yang konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Fiqih berbasis kitab klasik efektif dalam membentuk karakter dan relevan diterapkan sebagai strategi penguatan moral di madrasah. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan kepribadian, sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan Islam secara berkelanjutan. Kata kunci : pendidikan Islam; Sulam Taufiq; akhlakul karimah; pembelajaran fiqih; etika lisan
Copyrights © 2025