cover
Contact Name
Fikriansyah
Contact Email
fikriansyah@stittanggamus.ac.id
Phone
+6282182576194
Journal Mail Official
jurnal@p3m.stittanggamus.ac.id
Editorial Address
Jalan Break Mayer Landbaw, Pekon Kutadalom, Kec. Gisting, Kab. Tanggamus
Location
Kab. tanggamus,
Lampung
INDONESIA
Al-Irsyad : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 31239978     DOI : -
Al-Irsyad Journal is an academic publication dedicated to Islamic Religious Education. It presents articles related to Islamic religious education, the understanding and application of Islamic teachings in formal and non-formal educational contexts. Al-Irsyad Journal is committed to developing Islamic insights in education and contributing to improving the quality of Islamic teaching and learning.
Articles 9 Documents
PERAN GURU TPQ DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MEMBACA AL-QUR’AN DI TPQ DARUSSALAM DESA ARGOMULYO KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN TANGGAMUS Huril Aini; lina wulandari
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 02 (2025): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Peran Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an pada santri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sebagai dasar pemahaman agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tehnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan santri TPQ Darussalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru TPQ memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an melalui beberapa upaya, antara lain: (1) menyediakan buku qiroati, (2) memberikan materi pembelajaran tambahan, (3) menggunakan metode efektif untuk meningkatkan minat santri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru TPQ memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas membaca AL-Qur’an pada santri melalui berbagai strategi dan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan santri. Kata Kunci: guru TPQ, kualitas membaca Al-Qur’an, metode pembelajaran, santri.
Strategi Guru Akidah Dalam Meningkatkan Akhlakul Karimah Siswa Di MI Mathalaul Anwar Sumber Agung Dimas Attoriq; muhaimin; Muh. Dzihab Aminudin S.
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini bermula dari ketertarikan peneliti terhadap akhlak siswa di era modern, bagaimana penyebab menurunnya akhlak siswa di era sekararang. Setiap guru memiliki tugas dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan, peranan selain mentransfer ilmu kepada siswa,mengarahkan,membimbing,melatih, dan sebagai cerminan diri sendiri dari prilaku yang budi pekerti luhur pada siswanya. Agar dapat menciptakan generasi bangsa yang berakhlakul karimah serta tidak hanya mengunggulkan kecerdasan secara teori saja, kareena untuk mencapai derajat tertinggi disisi Allah harus beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, dan orang yang beriman pasti baik pula akhlaknya, apabila akhlaknya buruk maka rusaklah lahir batinnya. Maka dari itu akhlak memiliki peran sangat penting bagi kesejahteraan hidup, Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui strategi guru akidah akhlak dalam meningkatkan akhlakul karimah di MI Mathalaul Anwar Sumber Agung. (2) Mengetahui Faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan akhlakul karimah siswa di MI Mathalaul Anwar Sumber Agung. (3) Mengetahui Solusi dari hambatan-hambatan tersebut yang dilakukan guru akidah akhlak dalam meningkatkan akhlakul karimah siswa kelas di MI Mathalaul Anwar Sumber Agung Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penerapan strategi ekspositori dengan penerapan metode ceramah, sedangkan strategi yang non akademik yaitu pembiasaan, metode uswah keteladanan, strategi pengawasan dan metode hukuman. (2) faktor pendukung dalam meningkatkan akhlakul karimah siswa kelas VIII MTs Mafatihul Huda Pujon Malang adalah tempat mushollah, buku paket, visi-misi madrasah, berbagai kegiatan keagamaan seperti rital mahdhah dan ritual keagamaan sosial. Adapun faktor penghambat adalah faktor lingkungan (pergaulan) sekitar, kurangnya kesadaran diri peserta didik dalam mengikuti kegiatan keagamaan disekolah, keterbatasan waktu dalam pembinaan akhlak yang bertujuan meningkatkan akhlakul karimah siswa. (3) solusi dari hambatan tersebut yang dilakukan guru aqidah akhlak dalam meningkatkan akhlakul karimah siswa kelas VIII MTs mafatihul Huda Pujon adalah kerjasama antar sesama guru dan orang tua peserta didik, memberikan nasihat dan hukuman, memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan pemberian tugas. Kata Kunci: Strategi guru akidah akhlak, akhlakulkarimah
PERAN EKTSRAKURIKULER KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MTS MIFTAHUL ULUM TANGGAMUS Privalova Costarika; Sari Inayah; Fikriansyah
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan serta peranannya dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Miftahul Ulum Tanggamus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan terdiri atas tiga program utama, yaitu tahfidz (menghafal Al-Qur'an), tilawah (membaca Al-Qur'an secara tartil), dan pembacaan Al-Qur'an, yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Kegiatan ini terbukti berkontribusi secara signifikan dalam pembentukan karakter religius siswa, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain rendahnya minat siswa, kurangnya dukungan dari orang tua, serta gangguan akibat penggunaan gawai yang berlebihan.
KONSEP KEBIJAKAN PENDIDIKAN Agung Kurniawan
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pendidikan penting dalam proses pencapaian tujuan pendidikan nasional agar pemahaman tentang konsep dasar kebijakan pendidikan diperlukan untuk menghasilkan kebijakan pendidikan yang proaktif dan memecahan masalah. Persoalan penting yang perlu disorot adalah apakah kebijakan pendidikan bagian dari kebijakan publik. Permasalahan tersebut menjadi penting karena berkaitan dengan memosisikan pendidikan dalam konteks sektor-sektor publik yang harus dikelola secara serius bagi pemerintah dalam menetapkan prioritas program-program pembangunan. Dalam menganalisis dengan pendekatan filsafat moral dan ekonomi politik disimpulkan bahwa kebijakan pendidikan sebagai kebijakan publik bukan kebijakan pendidikan bagian dari kebijakan publik. Dalam penyusunan kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan pendidikan di Indonesia ini, pendidikan cenderung diartikan sebagai usaha sadar untuk membantu perkembangan kepribadian dan kemampuan peserta didik. Sebuah kebijakan pendidikan nantinya akan di Implementasikan untuk menetapkan arah agar tujuan kebijakan dapat teralisasi. bahwa “implementasi” merupakan faktor terpenting dari sebuah kebijakan. Implementasi kebijakan pendidikan merupakan proses yang bersangkut paut dengan perilaku badan administratif sebagai penanggung jawab pelaksanaan program. Proses implementasi berkairan juga dengan faktor hukum, politik, ekonomi, sosial yang langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap perilaku dari berbagai pihak yang terlibat dalam program. Pencapaian tujuan pendidikan berpengaruh terhadap mutu Pendidikan kualitas pendidikan tersebut dapat dikelola berdasarkan kebijakan pendidikan yang telah ditetapkan. Maka dari hal ini dibuktikan bahwa kebijakan pendidikan memiliki keterkaitan satu sama lain yang berdampak kepada proses berjalanyan sistem pendidikan tersebut. Maka dalam hal kebijakan pendidikan harus dirumuskan dengan memperhatikan ketercapaian tujuan pendidikan tersebut
IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MURID KELAS II SDN 1 KEBONAGUNG Kireina Alifa; Amir Mukminin
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 02 (2025): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the implementation of authentic assessment in Islamic Religious Education learning for second-grade students at SDN 1 Kebonagung. Authentic assessment, as a comprehensive approach, aims to measure students' abilities in real-world contexts. The research employs a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Results indicate that the implementation of authentic assessment in Islamic Religious Education for second-grade students at SDN 1 Kebonagung encompasses attitude assessment (observation, self-assessment, and journals), knowledge assessment (oral tests, written tests, and assignments), and skills assessment (performance and portfolio). Write abstract in English.
ANALISIS PERSPEKTIF MAHASISWA MUSLIM TERHADAP JADWAL KULIAH YANG BERLANGSUNG PADA WAKTU SHOLAT ismail adha nahar; ilmiyatul khusna; muhammad galang firmansyah; achmad faqihuddin
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 02 (2025): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Muslim terhadap jadwal kuliah yang bertepatan dengan waktu sholat, dengan fokus pada sikap dosen, kebijakan kampus, dan dampaknya terhadap kekhusyukan ibadah. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka yang diisi oleh 38 mahasiswa Muslim dari berbagai program studi di salah satu universitas negeri di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa masih mengalami benturan antara jadwal kuliah dan waktu sholat dengan frekuensi yang cukup sering. Sikap dosen terhadap pelaksanaan sholat dinilai cukup positif, meskipun belum merata di seluruh mata kuliah. Selain itu, mayoritas mahasiswa menilai jadwal kuliah berpengaruh terhadap kekhusyukan ibadah mereka, terutama pada waktu sholat wajib. Mahasiswa juga menyatakan perlunya kebijakan kampus yang lebih fleksibel agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai spiritual dalam sistem akademik untuk menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab religius dan akademik di perguruan tinggi.
DAMPAK BIAS GENDER TERHADAP PRILAKU SEKSUAL PERSPEKTIF AL-QUR’AN Agung Kurniawan; Rahmawati Nurdin
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 02 (2025): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Gender bias is one of the social factors that influences the construction of understanding and sexual behavior within society. From the perspective of the Qur’an, human equality and dignity are affirmed without distinction based on sex, as stated in Surah Al-Hujurāt [49]:13 and An-Nisā’ [4]:1. This study aims to analyze the impact of gender bias on sexual behavior by referring to the ethical, moral, and gender-relational principles taught in the Qur’an. The method employed is library research through thematic analysis of Qur’anic verses alongside contemporary literature on gender and sexual behavior. The findings indicate that gender bias can perpetuate role inequality, normalize sexual domination, and foster deviant behaviors that contradict Qur’anic values such as justice, responsibility, and the sanctity of sexual relations. The Qur’an provides a normative framework emphasizing reciprocity (mubādalah), respect for human dignity, and self-restraint as the foundation for ethical and healthy sexual behavior. Therefore, eliminating gender bias constitutes an essential effort in cultivating civilized sexual conduct in accordance with Qur’anic teachings. ABSTRAK Bias gender merupakan salah satu faktor sosial yang dapat memengaruhi konstruksi pemahaman dan perilaku seksual dalam masyarakat. Dalam perspektif Al-Qur’an, kesetaraan dan kemuliaan manusia ditegaskan tanpa pembedaan berdasarkan jenis kelamin, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Hujurāt [49]: 13 dan QS. An-Nisā’ [4]: 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bias gender terhadap perilaku seksual dengan merujuk pada prinsip-prinsip etika, moral, dan relasi gender yang diajarkan Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui analisis tematik ayat-ayat Al-Qur’an serta kajian literatur kontemporer tentang gender dan.perilaku seksual. Hasil kajian menunjukkan bahwa bias gender dapat melanggengkan ketidaksetaraan peran, menormalisasi dominasi seksual, dan memicu perilaku menyimpang yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Qur’ani seperti keadilan, tanggung jawab, dan kesucian hubungan seksual. Al-Qur’an memberikan kerangka normatif yang menekankan kesalingan (mubādalah), penghormatan martabat manusia, serta pengendalian diri sebagai dasar perilaku seksual yang sehat dan beretika. Dengan demikian, penghapusan bias gender menjadi bagian penting dari upaya membangun perilaku seksual yang berkeadaban sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.
ANALISIS TANTANGAN GURU PROFESIONAL DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Aisyah Rahma Fadhila; Fikriansyah
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 02 (2025): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman di Indonesia menuntut guru untuk mampu menyeimbangkan pendidikan yang semakin modern. Saat ini pendidikan telah memasuki era revolusi industri 4,0, dimana sebagai penggerak dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikannya guru tidak hanya mengajar tetapi mendidik dan juga membimbing peserta didik untuk menjadi manusia yang berguna bagi bangsa. Sebagai seorang guru, memiliki tugas untuk memberikan contoh yang baik dan juga mentransfer pembelajaran. Guru dituntut untuk profesional dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang pendidik, jika guru dapat mengajarkan tugas secara profesional, maka peserta didik akan menjadi manusia yang cakap, aktif, mandiri dan kreatif. Artikel ini dibuat untuk mencoba mengkaji tantangan profesional guru dalam proses pembelajaran, khususnya pada tingkat dasar di Era Revolusi Industri 40. Lancar tidaknya proses pembelajaran sebenarnya ditentukan oleh konsitensi guru sebagai guru profesional.
UPAYA UPAYA PENGUATAN AKHLAKUL KARIMAH MELALUI PEMBELAJARAN FIKIH BERBASIS KITAB SULAM TAUFIQ SISWA KELAS X A DI MA HASYIMIYAH SUKOLILO BANCAR TUBAN : PENGUATAN AKHLAKUL KARIMAH Intan Dzihriyati
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 02 (2025): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji upaya guru Fiqih dalam memperkuat akhlakul karimah siswa, khususnya pada aspek etika berbahasa, melalui pembelajaran berbasis kitab klasik Sulam Taufiq di MA Hasyimiyah Sukolilo Bancar Tuban. Latar belakang penelitian berangkat dari temuan bahwa sebagian siswa masih melakukan ghibah, namimah, dusta, serta ucapan tidak santun, meskipun materi tersebut telah diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Fiqih dan siswa kelas X-A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kitab Sulam Taufiq, terutama pada bab Ma’asi al-Lisan, mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang dosa-dosa lisan serta dampaknya bagi kehidupan sosial. Selain itu, pembelajaran ini mendorong perubahan perilaku positif berupa meningkatnya kesopanan bertutur, kehati-hatian dalam berbicara, dan kesadaran moral dalam berinteraksi. Guru berperan penting sebagai pendidik dan teladan melalui metode assisted learning, penjelasan kontekstual, dan pembiasaan akhlak yang konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Fiqih berbasis kitab klasik efektif dalam membentuk karakter dan relevan diterapkan sebagai strategi penguatan moral di madrasah. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan kepribadian, sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan Islam secara berkelanjutan. Kata kunci : pendidikan Islam; Sulam Taufiq; akhlakul karimah; pembelajaran fiqih; etika lisan

Page 1 of 1 | Total Record : 9