Kinerja seismik suatu bangunan dipengaruhi oleh berbagai aspek, salah satunya adalah jarak sengkang pada kolom. Kolom adalah elemen struktural yang berfungsi penting dalam menahan beban aksial serta beban lateral pada sebuah bangunan. Jarak sengkang pada kolom memiliki peran penting untuk mengontrol geser dan meningkatkan daktilitas struktur. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi dampak variasi jarak sengkang terhadap respons seismik gedung Laboratorium Teknologi Terpadu Politeknik Negeri Padang dengan menggunakan metode analisis statik nonlinier dengan software SAP 2000 pada pedoman ATC-40. Hasil studi menunjukkan bahwa kurva kapasitas dengan jarak sengkang kolom 150 mm adalah 1121.703 KN, 100 mm adalah 1122.36 dan 350 mm adalah 1114.215 kN. Berdasarkan hasil kinerja struktur berdasarkan ATC-40 didapatkan level kinerja struktur dengan variasi jarak sengkang kolom 150 mm, 100 mm, 350 mm yaitu Damage Control. Berdasarkan hasil analisis tersebut variasi jarak sengkang pada struktur kolom yang digunakan mempengaruhi kapasitas geser dan deformasi struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa kolom dengan jarak sengkang 100 mm menghasilkan kapasitas geser maksimum sebesar 1122,36 kN dan daktilitas tertinggi dibandingkan variasi 150 mm dan 350 mm. Berdasarkan evaluasi kinerja struktur gedung menggunakan ATC-40, seluruh model berada pada level Damage Control, namun penggunaan sengkang yang lebih rapat memberikan respons deformasi dan daktilitas yang lebih baik terhadap beban gempa pada studi kasus gedung yang dianalisis.
Copyrights © 2026