UMKM di industri fashion sering menghadapi tantangan terkait kualitas produk yang konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode Six Sigma melalui kerangka DMAIC untuk meminimalkan produk cacat pada celana chinos di UMKM X. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data produksi dan cacat selama JanuariāAgustus 2025. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik kualitas kritis, mengukur kinerja proses, menelusuri akar penyebab cacat menggunakan diagram fishbone dan 5-Why Analysis, serta merancang perbaikan dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan berupa jahitan loncat, waistband tidak lurus, dan zipper macet disebabkan oleh ketidakterampilan operator, kurangnya standardisasi proses, dan pemasangan manual. Perbaikan diterapkan melalui penyusunan SOP, pelatihan operator, kalibrasi mesin, penggunaan jig, serta SOP uji fungsi zipper, sementara control plan berupa checklist, inspeksi visual, dan audit berkala menjaga konsistensi perbaikan. Dengan demikian, penerapan DMAIC berhasil menurunkan tingkat cacat, meningkatkan kualitas produk, dan menjaga stabilitas proses produksi.
Copyrights © 2026