Paparan asap rokok diketahui meningkatkan stres oksidatif dan respons inflamasi melalui pembentukan reactive oxygen species yang memicu peningkatan sitokin proinflamasi, terutama tumor necrosis factor alpha (TNF-α). Upaya pengendalian inflamasi dapat dilakukan menggunakan agen alami yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, salah satunya bunga telang (Clitoria ternatea). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian ekstrak etanol bunga telang terhadap kadar TNF-α pada tikus putih jantan galur Wistar yang dipaparkan asap rokok. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post test only control group design dengan lima kelompok perlakuan, yaitu kelompok normal, kontrol negatif, kontrol positif aspirin 9 mg/kgBB, serta kelompok ekstrak etanol bunga telang dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diberikan secara oral selama 14 hari bersamaan dengan paparan asap rokok. Kadar TNF-α diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan paparan asap rokok meningkatkan kadar TNF-α secara signifikan, sedangkan pemberian aspirin maupun ekstrak bunga telang mampu menurunkannya. Dosis 400 mg/kgBB menunjukkan penurunan TNF-α paling besar dan efektivitas mendekati aspirin. Temuan ini menunjukkan ekstrak etanol bunga telang berpotensi sebagai agen antiinflamasi alami dalam menekan respons inflamasi akibat paparan asap rokok, meskipun kadar TNF-α belum kembali ke kondisi fisiologis normal.
Copyrights © 2026