Abstrak Penguatan literasi keagamaan pada kalangan remaja merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya pengaruh budaya digital yang kerap membawa dampak negatif terhadap moral generasi muda. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dasar keagamaan dan pembentukan akhlak melalui pembinaan rutin dalam bentuk Majelis Taklim Remaja di Desa Mulya Kencana. Kegiatan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan remaja secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan tindak lanjut pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, pemahaman dasar fikih ibadah, serta kesadaran berakhlak dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan diskusi tematik keagamaan dan praktik ibadah berjamaah terbukti efektif membangun kedekatan emosional antar remaja sekaligus menumbuhkan semangat beragama secara moderat. Dengan demikian, Majelis Taklim Remaja dapat menjadi model pembinaan keagamaan berbasis komunitas yang relevan dan berkelanjutan dalam membentuk generasi yang religius dan berkarakter.
Copyrights © 2025