MAGISTRA
Vol 29, No 100 (2017): Magistra Juni

IDEOLOGI PENDIDIKAN DAN SINDROM POLITIK ETIS

., Harjono (Unknown)



Article Info

Publish Date
23 Feb 2018

Abstract

Pendidikan bertujuan meningkatkan potensi kemanusiaan manusia agar dapat menghadapisituasi zaman yang terus berubah. Pendidikan merupakan usaha bersama dalam proses terpadu, terprogram,terpola dan terorganisasi untuk membantu manusia mengembangkan dan mempersiapkan diri guna mengambiltempat semestinya dalam pengembangan masyarakat dan dunia.Sayangnya, usaha pendidikan semacam ini tampaknya belum jadi kenyataan di negara kita. PendidikanIndonesia masih belum mampu terlepas dari persaingan ideologis para penentu kebijakan. Kepentingan politiksering kali turut campur dalam proses pembentukan kebijakan pendidikan sehingga tujuan pendidikan sering kaliharus tunduk pada kepentingan politik di luar pendidikan.Dalam konteks ideologi pendidikan yang tampaknya terus bersaing berebut pengaruh dalam sistempendidikan di Indonesia, dibutuhkan sikap kritis dan paradigma pendidikan dialektis. Pendekatan dialektis berangkatdari pandangan bahwa sekolah tidak hanya sebagai pusat perselisihan, sekolah juga sebagai tempat yang logisuntuk studi perselisihan yang bijaksana.Dalam konteks ideologi pendidikan semacam ini, praktik pendidikan di Indonesia membutuhkan sikapkritis dan dialektis sehingga tidak lagi terjebak pada perebuatan ideologis dan sindrom politik etis yang cenderungmenjadikan pendidikan sebagai “alat politik” bagi penguasa. Pendidikan harus mengambil jarak dari kekuasaanpolitik sehingga mampu mengambil sikap kritis dan paradigma dialektis yang tidak mudah terombang­ambing diantara berbagai kepentingan yang saling bersaing.Kata Kunci: Pendidikan, Ideologi, Politik Etis.

Copyrights © 2017