Pendidikan pemilih bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang program, tahapan, jadwal, proses,makna serta pentingnya pemilihan umum di dalam negara demokrasi Indonesia. Artikel ini menggunakan metode literature review dalam menganalisis masalah dan mencarikan solusinya melalui analisis teori dan hasil penelitian mengenai permasalahan terkait. Selama ini pendidikan pemilih untuk segmen pemilih pemula cenderung dilakukan hanya menjelang pemilu (tidak berkesinambungan) dan kurang memberdayakan guru pendidikan kewarganegaraan (PKn) di sekolah padahal materi kepemiluan merupakan bagian integral dari PKn. Solusi atas permasalahan tersebut dapat diurai sebagai berikut (1) membangun Sinergitas antara MGMP PKn dengan penyelenggara pemilu di daerah melalui pengintegrasian materi kepemiluan dalam perangkat pembelajaran PKn; (2) pembentukan komunitas pemilih cerdas di sekolah; (3) Pembuatan buku saku kepemiluan untuk peserta didik sebagai pemilih pemula dan menggunakan media pembelajaran kepemiluan yang edukatif; (4) Menggunakan budaya/kearifan lokal dalam penyampaian pesan nilai-nilai kepemiluan sehingga menarik dan mudah dipahami Voter education aims to increase knowledge and understanding of the program, stages, schedule, process, meaning and importance of elections in Indonesia's democracy. This article uses the literature review method in analyzing problems and finding solutions through theoretical analysis and research results on related problems. So far, voter education for the novice voter segment tends to be carried out only before the election (not sustainable) and does not empower civic education (PKn) teachers in schools even though electoral material is an integral part of Civics. Solutions to these problems can be described as follows: (1) building synergy between PKn MGMP and regional election administrators through integrating electoral materials into Civics learning tools; (2) the formation of a smart voter community in schools; (3) Making an electoral pocket book for students as novice voters and using educational election learning media; (4) Using local culture/wisdom in delivering messages of electoral values so that they are interesting and easy to understand
Copyrights © 2023