Masyarakat desa Koto Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau masih bergantung pada air sungai Kuantan sebagai sumber utama kebutuhan domestik, walaupun kualitas air sungai mengalami penurunan akibat aktivitas antropogenik di wilayah hulu. Sementara itu, organisasi kepemudaan desa sebagai mitra pengabdian belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menerapkan teknologi pengolahan air bersih secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam penerapan teknologi filtrasi air sederhana berbasis geomaterial. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahapan. Tahap bersiap meliputi survei dan analisis kebutuhan mitra serta perencanaan program. Tahap beraksi meliputi sosialisasi dan penyuluhan serta pelatihan dan praktik pembuatan alat Geofiltrat Machinery. Tahap bermakna meliputi evaluasi keberhasilan dan efektifitas kegiatan melalui pre-test, post-test dan kuisioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 49,37 pada pre-test menjadi 88,75 pada post-test atau meningkat sebesar 79,7%, dengan indeks kepuasan sebesar 93,62%. Tahap berdaya berfokus pada keberlanjutan program melalui pendampingan mitra dan pembentukan kelompok masyarakat agar teknologi filtrasi dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam merancang serta menerapkan teknologi filtrasi berbasis geomaterial sebagai alternatif solusi penyediaan air bersih.
Copyrights © 2026