Kedai Sri Rejeki 888 sebagai UMKM kuliner di Sidoarjo, Jawa Timur, menghadapi kendala operasional konvensional seperti keterbatasan visualisasi menu (hanya 7 item), update manual jarang, dan kunjungan harian rendah (23 orang) akibat minimnya pemasaran digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberdayakan mitra melalui pengembangan website menu digital berbasis Next.js dengan fitur pengelolaan mandiri, integrasi Google Maps, dan pendampingan pelatihan menggunakan pendekatan Agile partisipatif. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah menu menjadi 19 item, frekuensi update rutin mandiri, kunjungan harian 39 orang, serta kepuasan pelanggan dari 78% menjadi 93%. Dampaknya, mitra berdaya saing lebih tinggi dengan efisiensi operasional dan visibilitas pasar yang ditingkatkan.
Copyrights © 2026