Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang ramah, inklusif, dan moderat bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta mengidentifikasi kendala dan upaya penanganannya. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam terhadap praktik pembelajaran di SLB Mutiara Kasih, Samarinda, Kalimantan Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi adaptif, individualisasi, penggunaan media multisensori, metode demonstrasi, serta praktik langsung untuk memfasilitasi pemahaman materi PAI. Integrasi nilai moderasi dan toleransi dilakukan melalui pengalaman nyata, keteladanan guru, serta kegiatan sosial dan lintas identitas. Kendala seperti keterbatasan sarana, variasi kemampuan peserta didik, dan dukungan orang tua diatasi melalui kolaborasi, pelatihan guru, serta perencanaan pembelajaran yang kontekstual. Penelitian ini memberi kontribusi pada pengembangan PAI inklusif dan moderat yang efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025