Penelitian ini membahas konstruksi pemikiran tauhid dalam perspektif tasawuf Sunni, tasawuf falsafi, dan filsafat Islam, dengan tujuan menjelaskan dimensi ontologis, epistemologis, dan spiritual, mengidentifikasi perbedaan konseptual, serta menilai implikasinya terhadap praktik spiritual kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan analisis konten terhadap sumber primer dan sekunder, meliputi literatur klasik, buku ilmiah, dan artikel jurnal terkait tauhid dan tasawuf. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf Sunni menekankan keseimbangan antara syariat dan hakikat, praktik spiritual, dan pendidikan akhlak, dengan pengalaman tauhid bersifat relasional dan aplikatif. Sebaliknya, tasawuf falsafi menekankan pengalaman mistik, sintesis filsafat dan spiritualitas, melalui konsep fana’, baqa’, ittihad, hulul, wahdat al-wujud, dan Isyraq, membangun pemahaman tauhid yang ontologis, epistemologis, dan estetis. Perspektif filsafat Islam menegaskan tauhid sebagai prinsip holistik, mengintegrasikan kesatuan realitas Tuhan, wahyu dan akal, serta pengalaman spiritual, membentuk paradigma hidup yang kritis, etis, dan reflektif. Sintesis kajian ini menegaskan relevansi pemikiran tauhid lintas tradisi untuk pendidikan, praktik spiritual, dan kebijakan sosial, dengan pendekatan holistik yang menggabungkan akal, moralitas, dan pengalaman mistik. Penelitian ini memberikan dasar konseptual-aplikatif bagi pengembangan spiritualitas Islam kontemporer yang rasional, etis, dan humanistik.
Copyrights © 2025