Penelitian ini mengkaji relevansi tasawuf dalam menghadapi tantangan modernitas dari perspektif Islam kontemporer. Modernitas membawa dinamika kompleks yang mencakup krisis spiritual, moral, dan eksistensial, sehingga menuntut respons yang adaptif dan transformatif. Tasawuf, terutama melalui Neo-Sufisme, menawarkan paradigma yang menyatukan dimensi batiniah, moral, dan sosial, serta menyeimbangkan kebutuhan spiritual, rasional, dan sosial umat Muslim. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tasawuf tidak sekadar praktik kontemplatif individual, melainkan juga instrumen etis yang membimbing pembentukan karakter, akhlak, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Neo-Sufisme mempertahankan pengalaman spiritual mendalam, penyucian hati, dan makrifatullah, sekaligus menekankan tanggung jawab sosial, sehingga nilai sufistik klasik dapat diterapkan dalam konteks kehidupan modern yang dinamis. Adaptasi historis dan kontemporer tarekat menegaskan kemampuan tasawuf untuk berperan aktif dalam pendidikan moral, pemberdayaan komunitas, dan pengembangan etika kepemimpinan. Kajian ini menegaskan bahwa tasawuf mampu membumikan nilai-nilai spiritual Islam, mengatasi efek negatif modernitas seperti individualisme dan materialisme, serta membangun kehidupan kontemporer yang harmonis dan beretika. Dengan demikian, tasawuf muncul sebagai paradigma integral, relevan, dan aplikatif bagi umat Muslim dalam menghadapi kompleksitas modernitas secara menyeluruh.
Copyrights © 2025