Pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah menjadi strategi untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah. Namun, efektivitas operasional bank sampah sering terkendala oleh belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terdokumentasi secara sistematis. Kegiatan ini bertujuan menyusun dan mendampingi penerapan SOP Bank Sampah pada TPST Pokmas Berbek Makmur, Desa Berbek, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, guna meningkatkan kualitas tata kelola operasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif–partisipatif melalui model sosialisasi dan pendampingan. Tahapan kegiatan meliputi survei lokasi, analisis hasil survei, penyusunan SOP secara partisipatif, sosialisasi melalui workshop, serta pendampingan dan monitoring selama satu bulan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi implementasi SOP. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi operasional masih berbasis kebiasaan. Setelah pendampingan, terjadi peningkatan keteraturan alur kerja, kejelasan pembagian tugas, konsistensi pencatatan, serta kesadaran terhadap pentingnya prosedur kerja. SOP berfungsi sebagai pedoman teknis sekaligus memperkuat kelembagaan, transparansi, dan keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Â
Copyrights © 2025