Fenol merupakan polutan prioritas yang berbahaya dan sulit diuraikan secara alami, sehingga diperlukan metode pemisahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan memetakan miscibility gap sistem fenol–air melalui pendekatan visual sederhana berbasis transisi kejernihan dan kekeruhan. Campuran fenol dan air dengan variasi rasio diuji dengan pemanasan hingga suhu homogenisasi (T1) dan pendinginan hingga munculnya kekeruhan kembali (T2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi kejernihan terjadi pada suhu rata-rata 30-31°C di hampir seluruh komposisi, mengindikasikan keberadaan daerah dua fasa yang luas dan kestabilan suhu transisi. Hal ini menegaskan bahwa pemisahan fasa pada sistem fenol-air tidak hanya ditentukan oleh komposisi, tetapi juga sangat sensitif terhadap perubahan suhu kecil. Dengan demikian, temperatur ini dapat dijadikan acuan sebagai sebagai suhu operasi optimal atau suhu kritis batas ketercampuran fenol dari air secara praktis menggunakan metode transisi fasa. Metode visual eksperimental memberikan gambaran awal yang informatif dan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan penelitian lanjutan maupun perancangan proses pemisahan skala laboratorium.
Copyrights © 2025