Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengujian Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada Air Limbah Tinggi Kalsium Klorida Menggunakan Metode Refluks Terbuka Dyah Setyaningrum; Zuffa Anisa; Hani Rasydta
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 1 No. 4 (2022): August 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v1i4.1050

Abstract

Penentuan parameter kualitas air, Chemical Oxygen Demand (COD) penting karena nilai hasil pengukurannya menentukan jumlah bahan organik yang ditemukan dalam air. Penentuan COD dengan menggunakan metode konvensional secara destruktif mudah mengalami gangguan, utamanya karena adanya ion klorida. Oleh karena itu, perlu adanya modifikasi prosedur untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih presisi dan akurat. Prosedur modifikasi yang dimaksud adalah penambahan waktu pencampuran antara sampel tinggi kalsium klorida dengan merkuri sulfat. Pada akhir prosedur, setelah proses refluks, dilakukan pengenceran sebanyak dua kali volume campuran. Berdasarkan data penelitian, kedua prosedur telah memenuhi pedoman WHO untuk akurasi dan presisi yang tinggi. Baik prosedur konvensional maupun prosedur modifikasi dapat diterapkan untuk penentuan kadar COD dengan sampel yang sesuai.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI CAMILAN STIK KELOR IKM MASHALLO DESA TIKUSAN Zuffa Anisa; Qoriatum Hesti Malia
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Jurnal PkM : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v5i5.14324

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan produksi serta tentang pemanfaatan daun kelor dengan cara mengolah daun kelor menjadi makanan ringan. Selain itu kegiatan pengabdian ini dapat menambah wawasan masyarakat tentang peluang usaha yang bisa dihasilkan dari bahan dasar daun kelor. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan adalah dengan metode praktek langsung. Baik paktek pembuatan stik daun kelor maupun praktek digital marketing.Mitra atau sasaran strategis untuk dapat dilibatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah IKM Mashallo sebaai pemilik usaha makanan ringan.Pemanfaatan daun kelor inimemiliki prospek yang baik karena daerah Kota Bojonegoro khususnya Desa Tikusan mudah sekali untuk dapat menemukan tanaman kelor yang dapat tumbuh dengan sendirinya. Di samping itu sebagian besar masyarakat Kota Bojonegoro khusunya Desa Tikusan telah sadar akan manfaat dan nilai gizi yang terkandung dalam daun kelor.  Selain itu usaha pemanfaatan daun kelor sebagai bahan baku makanan ringan yang dikembangkan secara maksimal, dapat berpengaruh pada peningkatan ekonomi pemilik IKM Mashallo Desa Tikusan Kota Bojonegoro.
Pemanfaatan Elektrolit Air Laut Sebagai Sumber Energi Listrik Baterai Dengan Elektroda Tembaga - Aluminium Zuffa Anisa; Dyah Setyaningrum
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 19 No. 2 (2022): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v19i2.9583

Abstract

Electrical energy demand is increasing from time to time. Most sources of electrical energy come from petroleum, natural gas, and coal. Even though this energy source is non-renewable, the amount is dwindling, and it produces carbon emissions that can cause the greenhouse effect. Indonesia is an agrarian country whose territory is more than seventy percent of the ocean. Natural resources: seawater and beach sand are certainly very abundant. In this study, this natural material is used by researchers as a source of electrical energy in the form of a battery. As far as researchers know, research on the manufacture of battery cells by direct use of natural resources does not yet exist. Much is preliminary research on the extraction of basic materials so almost all research on batteries costs a lot of money by methods that are not simple. Therefore, this research is very important, because it uses a simple assembly method which is certainly time-saving and cost-effective. The battery array made consists of [Cathode || Electrolyte + Microporous Separator || anode]. The seawater-salt water battery cells made successfully turn on the lights, both LED lamps, and home light bulbs, with a large current generated of 13.56mA. The voltage produced by a battery cell is 1.31 V, while the series voltage for 2-3 batteries is 2.55 V and 3.6 V, respectively.
IDENTIFIKASI SIFAT TERMAL DAN IKATAN BATU KAPUR ALAM DENGAN MENGGUNAKAN DSC-TGA DAN FTIR Zuffa Anisa; Lailatul Mubarokah; Dyah Setyaningrum; Herta Novianto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8504

Abstract

Batu kapur alam banyak sekali dijumpai di Bojonegoro, apalagi Bojonegoro merupakan daerah yang dikenal memiliki banyak gunung kapur. Salah satu jenis batu kapur alam ialah kalsium karbonat, yang memiliki banyak manfaat di berbagai bidang, baik industri, kesehatan, maupun industri pengolahan baja. Batu kapur alam termasuk ke dalam jenis kalsit CaCO3 dengan kandungan lebih dari 99% merupakan unsur Ca. Analisis termal diperlukan utuk mendeteksi perubahan-perubahan fase yang teramati, serta jenis-jenis senyawa yang terbentuk akibat penerapan temperatur. Selain itu juga dianalisis jenis ikatan batu kapur alam tersebut melalui FTIR. Persiapan sampel dilakukan dengan membentuk sampel menjadi bulk powder dengan menggunakan high energy ball milling. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya transmisi FTIR dari sampel CaCO3. Sedangkan hasil analisis dari DSC-TGA pada puncak 389,84 °C menunjukkan adanya kehilangan massa sebesar 2,91 mW. 
Analisis Struktur Kristal Silika (SiO₂) Pasir Pantai Dogolan Menggunakan Metode Rietveld Setyaningrum, Dyah; Anisa, Zuffa
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i1p7-12

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian awal mengenai konversi pasir pantai Dogolan menjadi mineral bernilai tinggi untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Sebab, selama ini pemanfaatannya terbatas pada penggunaan pribadi warga lokal sebagai bahan bangunan yang nilai ekonominya rendah. Sehingga tujuan dari penelitian awal ini adalah untuk mengetahui jenis kandungan silika dan struktur fasanya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menganalisis permasalahan ini adalah dengan metode Rietveld. Metode uji karakterisasi strukturnya dilakukan dengan uji Difraksi Sinar-X (XRD) menggunakan alat XRD X’Pert PRO PANalytical pada 2θ= 15-65⁰. Sedangkan analisis secara kualitatifnya menggunakan software Match! dan analisis kuantitatifnya dengan perangkat lunak Rietica yang merupakan implementasi dari metode Rietveld. Hasil pola difraktogram XRD menunjukkan bahwa material pasir Pantai Dogolan merupakan fasa kristalin dengan kandungan mineral utamanya adalah silika SiO₂ kuarsa. Hal ini dibuktikan dengan adanya 2 puncak difraksi utama yang tinggi dan tegas pada posisi 2θ= 20,86 dan 26,51. Hasil analisis kualitatif dari Software Match! Menunjukkan adanya fasa quartz low dengan presentase 100% dan sesuai dengan databased PDF. Hasil identifikasi dan analisis lanjut, sampel pasir Pantai Dogolan tergolong fasa alpha quartz dengan sistem Kristal trigonal. Analisis kuantitatif dengan perangkat lunak Rietica menunjukkan pembentukan fasa tunggak SiO₂ yang dibuktikan dengan nilai kecocokanyang dapat diterima telah terpenui. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pasir pantai Dogolan memiliki kandungan Silika Kuarsa SiO2, diharapkan ke depan mempunyai potensi lanjut untuk dijadikan penerapan material berteknologi tinggi dan dapat meningkatkan nilai ekonomisnya.
POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR HUJAN PLTAH SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK PIRANTI ELEKTRONIK RUMAH TANGGA Anisa, Zuffa; Erwanto , Erwanto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i2.1671

Abstract

Bibliometric analysis studies of researchers about the use of rainwater as electrical energy are still very few. There is still no utilization of rainwater which is directly used for electrical energy. Analysis of the capacity of the electrical energy requirements of electronic devices shows that the electrical energy requirements for several types of laptops and mobile phones range from (3 – 18) milliwatts per second mWs or (11.02 – 63.13) watt-hour Wh. So that this mini hydropower can be used to turn on LED lights 220 V AC, laptops, and cellphones. Gutters at home that drain water when it rains have a much larger water discharge capacity than a miniature hydropower plant, of course, have enormous potential in independently supplying household electrical energy needs. In which the electrical energy can be used directly or stored in a power saver energy such as Accu, or power bank.
KARAKTERISASI VISUAL BATAS DUA FASA PADA SISTEM FENOL-AIR SEBAGAI STUDI AWAL PEMISAHAN LIMBAH FENOLIK Zuffa Anisa; Meilisa Rusdiana Surya Efendi
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i2.4217

Abstract

Fenol merupakan polutan prioritas yang berbahaya dan sulit diuraikan secara alami, sehingga diperlukan metode pemisahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan memetakan miscibility gap sistem fenol–air melalui pendekatan visual sederhana berbasis transisi kejernihan dan kekeruhan. Campuran fenol dan air dengan variasi rasio diuji dengan pemanasan hingga suhu homogenisasi (T1) dan pendinginan hingga munculnya kekeruhan kembali (T2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi kejernihan terjadi pada suhu rata-rata 30-31°C di hampir seluruh komposisi, mengindikasikan keberadaan daerah dua fasa yang luas dan kestabilan suhu transisi. Hal ini menegaskan bahwa pemisahan fasa pada sistem fenol-air tidak hanya ditentukan oleh komposisi, tetapi juga sangat sensitif terhadap perubahan suhu kecil. Dengan demikian, temperatur ini dapat dijadikan acuan sebagai sebagai suhu operasi optimal atau suhu kritis batas ketercampuran fenol dari air secara praktis menggunakan metode transisi fasa. Metode visual eksperimental memberikan gambaran awal yang informatif dan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan penelitian lanjutan maupun perancangan proses pemisahan skala laboratorium.
Integrasi Conway Microdiffusion dan GC-FID pada Penentuan Kadar Alkohol Barang Bukti Forensik Terpadu Dyah Setyaningrum; Zuffa Anisa; Diah Ayu Setiyaningrum
Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan: Chemviro Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4. No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jkil.v4i1.1980

Abstract

Alcohol analysis of forensic evidence requires analytical methods that provide rapid, accurate, and legally defensible results. This study evaluated the integration of Conway Microdiffusion and Gas Chromatography–Flame Ionization Detection (GC-FID) as a screening–confirmation approach for determining alcohol content in forensic evidence. An applied analytical study was conducted using confiscated illicit alcoholic beverages and blood specimens examined at the East Java Regional Forensic Laboratory. Initial screening was performed using the Conway Microdiffusion method, followed by quantitative confirmation with GC-FID for samples that tested positive. All samples showed positive results during the screening stage. GC-FID analysis identified 49% ethanol and 1% methanol in the illicit alcoholic beverage, while the blood specimen contained 0.0169% ethanol with no detectable methanol. The combined application of both methods provided a systematic analytical workflow in which Conway Microdiffusion served as a rapid preliminary screening tool and GC-FID provided reliable qualitative and quantitative confirmation. This integrated approach improved laboratory efficiency without compromising analytical reliability and may serve as a practical alternative for alcohol examination in forensic laboratories handling routine evidence.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN SECARA IN VIVO Meilisa rusdiana surya Efendi; Dyah Setyaningrum; Zahra Margaretha; Zuffa Anisa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.3058

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang disebabkan meningkatnya kadar glukosa di dalam darah karena berkurangnya kemampuan pankreas dalam memproduksi insulin. World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyebutkan sebanyak 41 juta kasus kematian di dunia disebabkan karena penyakit diabetes melitus dan sebanyak 422 juta remaja di seluruh dunia sakit diabetes melitus. Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 578 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045. Tanaman daun kersen memiliki kandungan flavonoid sebagai penurunan glukosa darah dan mencegah kerusakan jaringan akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun kersen memiliki aktivitas antidiabetes terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi di bidang kimia tentang obat tradisional yaitu ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) sebagai obat diabetes melitus serta dapat dijadikan dasar dan dikembangkan lebih lanjut dalam formulasi obat antidiabetes melitus berbasis bahan alam sebagai sediaan fitofarmasetik sehingga dapat digunakan dalam terapi farmakologis. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok mencit putih jantan. Mencit putih jantan dibagi kedalam 5 kelompok masing-masing terdiri dari 3 ekor mencit. Mencit dipuasakan terlebih dahulu selama 14-18 jam sebelum dinduksi aloksan. Hewan uji yang sudah dipilh dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2 (kontrol positif), kelompok 3 (dosis 1), kelompok 4 (dosis 2), kelompok 5 (dosis 3). Kelompok 1 diberi aquades, kelompok 2 diberi metformin, kelompok 3 diberi ekstrak 50 mg, kelompok 4 diberi ekstrak 100 mg dan kelompok 5 diberi ekstrak 200 mg. Setiap kelompok diberi perlakuan masing-masing secara oral. Hewan uji diambil sampel darah melalui pembuluh vena pada ekor mencit jantan. Alat glucosetest GE 100 digunakan untuk menentukan kadar gula darah. Kadar gula darah diambil pada saat mencit jantan dipuasakan, setelah pemberian aloksan, dan sesudah diberi perlakuan dengan ekstrak etanol daun kersen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis 200 mg ekstrak etanol daun kersen dapat memberikan efek yang tinggi terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan