Penelitian ini membahas pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi Lembaga pendidikan Islam di era digital. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media dakwah, branding, dan pembinaan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada lembaga pendidikan Islam yang aktif menggunakan Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan sebagai media visual untuk memperkuat citra lembaga, Facebook digunakan sebagai ruang komunitas dan publikasi formal, sedangkan WhatsApp berfungsi sebagai sarana komunikasi cepat dan personal. Konten yang dipublikasikan mencakup kegiatan akademik, keagamaan, prestasi santri, serta motivasi Islami. Respons pengikut menunjukkan interaksi yang cukup tinggi melalui likes, komentar, dan share, yang menandakan adanya kedekatan emosional antara lembaga dan masyarakat. Namun, tantangan yang muncul adalah konsistensi publikasi, kualitas konten, serta pengelolaan komentar negatif.
Copyrights © 2025