Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam menjawab soal uraian IPAS menjadi akar penyebab topik penelitian ini. Temuan pra-penelitian dari wawancara dengan guru kelas V SD 3 Klaling mengungkapkan bahwa siswa cenderung pasif saat kegiatan belajar mengajar. Hal ini juga terlihat pada hasil pengerjaan soal studi pendahuluan saat pembelajaran hal ini tergolong kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Teams Game Tournament (TGT) dengan media Electric and Ladder berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan seberapa besar pengaruh hasil kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada materi IPAS di SD 3 Klaling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre-eksperimen dengan jenis one grup pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan subjek seluruh kelas V SD 3 Klaling yang berjumlah 26 siswa. Pengumpulan data berupa wawancara, observasi, test (pretest dan posttest), dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linieritas regresi, dan uji analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD 3 Klaling sebelum dan sesudah diterapkanya model TGT dengan media permainan electric and ladder. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dari 56,08 (pretest) menjadi 66,15 (posttest). Selain itu, melalui hasil uji hipotesis menggunakan uji t parsial dalam regresi linier sederhana, yang menghasilkan nilai signifikasi 0,000 < 0,05 dan koefisien determinasi sebesar 0,373 atau 37,3%. Hal ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara penerapan model TGT dengan media electric and ladder terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Kata Kunci : Model TGT, Media Permainan electric and ladder, dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa.
Copyrights © 2025