Kulit jeruk manis (Citrus sinensis) merupakan limbah agroindustri yang berpotensi sebagai sumber minyak atsiri bernilai tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Perlakuan pengeringan sebelum destilasi diduga memengaruhi efisiensi ekstraksi, kebutuhan energi proses, serta mutu minyak atsiri yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan pengeringan kulit jeruk manis terhadap rendemen, konsumsi energi, dan karakteristik fisik minyak atsiri hasil destilasi uap. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan dua perlakuan, yaitu kulit jeruk segar dan kulit jeruk yang dikeringkan dengan sinar matahari, masing-masing tiga ulangan. Ekstraksi minyak atsiri dilakukan menggunakan metode destilasi uap skala laboratorium, rendemen dihitung berbasis bobot kering, konsumsi energi diukur menggunakan kWh meter, sedangkan karakteristik fisik meliputi indeks bias, berat jenis, warna, dan kadar air dianalisis dengan metode standar. Hasil menunjukkan bahwa pengeringan meningkatkan rendemen minyak atsiri secara signifikan (1,37% db) dibandingkan kulit segar (0,77% db), menurunkan konsumsi energi destilasi, serta menghasilkan minyak dengan indeks bias lebih tinggi, kadar air lebih rendah, dan warna lebih jernih. Disimpulkan bahwa pengeringan kulit jeruk sebelum destilasi uap efektif meningkatkan efisiensi proses dan mutu fisik minyak atsiri yang dihasilkan.
Copyrights © 2026